Kota Bima, – Terduga pelaku pembacokan Pasangan Suami Istri (Pasutri) A Latif alias Ama Haja (65) dan Pakoh alias Ina Haja (60) yang dituduh sebagai dukun santet akhirnya terungkap. Mereka berjumlah 3 orang dan satu diantaranya merupakan anak Kandung Kepala Desa Kawuwu.
Ketiga terduga pelaku diserahkan langsung oleh Pemerintah Desa Kawuwu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima ke Mapolres Bima Kota, pada Senin (15/2/2021).
Penyerahan itu dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan antara Pemdes Kawuwu bersama Polsek Langgudu yang digelar di rumah Kepala Desa setempat (M. Saleh.red). Turut menyaksikan kesepakatan itu, Ketua BPD dan sejumlah tokoh masyarakat.
Kasubbag Humas Polres Bima Kota, Ipda Ridwan membenarkan bahwa tiga pelaku penganiayaan tersebut telah diserahkan langsung oleh Sekdes Kawuwu, M Sidik. Mereka dibawa dengan menggunakan mobil pick up ke Mapolres Bima Kota sekitar pukul 10.30 Wita.
“Usai pertemuan di rumah Kepala Desa Kawuwu. Para pelaku langsung dibawa ke Mapolres Bima Kota,” ujarnya.
Ketiga pelaku adalah HB (25), JN (25) dan SD (38). Mereka merupakan warga di Desa Kawuwu. Dan pelaku yang berinisial HB merupakan anak kandung Kepala Desa.
“Saat ini para terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Bima Kota,” terangnya.
Kasus pembakaran rumah dan penganiyaan yang mengakibatkan nenek Pakoh alias Ina Haja meningal dunia, terjadi pada Rabu (10/2/2021) dini hari.
Pasutri yang dituduh sebagi dukun santet itu, tiba-tiba diserang oleh orang yang tidak dikenal. Rumah mereka dilempari dan dibakar. Korban A Latif mengalami luka bacok di betis dan punggung kanan, sementara Pakoh mengalami luka bacok pada punggung dan tangan kanan yang nyaris putus.
Keduanya dibacok saat hendak turun dari rumahnya untuk menyelamatkan diri. Pasutri itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima oleh anaknya guna mendapat perawatan medis.
Setelah beberapa saat ditangani oleh Tim Medis, Nenek Pakoh pun dinyatakan meninggal, sementara korban A Latif selamat. (my)
1,119

























Kasihan korban sudah lansia. Meninggal secara tragis