Dompu, – Sejak bertahun-tahun lamanya, Kabupaten Dompu menjadi salah satu lumbung dan menjadi salah satu Daerah penyangga pangan nasional.
Meski berada di wilayah yang sedikit gersang, namun Daerah dengan motto “Nggahi Rawi Pahu” ini memiliki segudang mata air yang digunakan sebagai saluran irigasi tehnis pertanian dengan optimal. Maka tidak heran, setiap musim panen, Kabupaten Dompu, mengalami surplus pangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, SP., menjelaskan, pada musim panen tahun 2025, produksi beras Kabupaten Dompu, mengalami surplus hingga 45 ribu ton.
“Kalaupun ada ancaman el nino, saya presiksi tidak akan berdampak,” ujarnya Rabu (13/8/2025).
Karena menurutnya, hitung-hitunga jika di lihat dari jumlah produksi dan dikalikan dengan jumlah penduduk, maka produksi beras Dompu, masih dalam katagori surplus.
Syahrul Ramadhan menjelaskan, hingga Juli 2024, luas tanam padi di Kabupaten Dompu, mencapai 29.570 hektar. Lahan ini, berada di lahan irigasi tehnis dan tidak pernah berubah komoditinya selain padi.
Dengan luas tanam tersebut, mampu memproduksi gabah mencapai 147 ribu ton. Ancaman el nino yang akan terjadi di musim kemarau ini, diyakini tidak akan berdampak pada ketersediaan pangan Kabupaten Dompu.
“Bahkan, Kabupaten Dompu, akan kembali mengulang sebagai daerah penyanggah pangan nasional yang setiap tahun di sandangnya,” pungkasnya. (*)
























