Dompu, – Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dompu, Gatot Gunawan Perantauan Putra, SKM., M.MKes., memastikan bahwa stok pupuk hingga musim tanam Oktober – Maret 2023 masih aman.
“Memasuki musim tanam pertama di Bulan Oktober 2022 hingga Bulan Maret 2023, stock pupuk subsidi jenis urea mencukupi,” ujar Sekda, Selasa (27/9/2022).
Dijelaskannya, stock pupuk urea saat ini tersedia sebanyak 13.859 ton. Untuk kebutuhan pupuk urea di wilayah e-RDKK dari Oktober – Desember Tahun 2022, diperkirakan mencapai 9.542 ton. Sedangkan untuk kebutuhan Januari – Maret 2023 akan mendapat alokasi pupuk subsidi baru di tahun anggaran 2023.
Sekda yang juga Ketua Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3), mengaku, saat ini Pemda Dompu bersama Produsen Pupuk PT. Pupuk Indonesia, sedang mengatur jadwal pendistribusian ke seluruh wilayal. Jadwal tersebut akan memastikan pupuk sudah ada di pengecer atau di kelompok tani, sebelum petani membutuhkannya.
“Untuk pendistribusiannya akan dikoordinasikan dengan KP3, Aparat Penegak Hukum, dan para Camat di masing-masing wilayah,” katanya.
Sekda meminta kepada para petani agar tidak khawatir terkait alokasi pupuk. Ia juga berharap agar petani tidak lagi melakukan penghadangan pupuk.
“Kegiatan penghadangan dalam mendapatkan pupuk, selain mengganggu jatahpetani lain, juga akan mengganggu distribusi dan aktivitas perencanaan musim tanam yang disiapkan Pemerintah dan Produsen Pupuk,” ujarnya.
Sekda memastikan, bahwa Pemerintah Daerah melalui Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) akan menindak tegas para pengecer yang menjual pupuk di luar ketentuan yang berlaku.
“Pengecer yang menjual pupuk tidak sesuai ketentuan atau menjual pupuk di atas HET dan juga menjual pupuk secara paket (menjual pupuk subsidi dengan pupuk non subsidi) akan ditindak secara tegas sesuai ketentuan peraturan yang berlaku,” tegasnya. (*)
























