Mataram,- PT PLN (Persero) terus berkomitmen untuk mendukung perhelatan akbar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dengan memberikan pasokan energi listrik yang andal.
Untuk memastikannya, PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) berhasil melakukan pemberian tegangan penuh pada GIS (Gas Insulated Switchgear) Lombok Peaker, Sistem Saluran Kabel Bawah Tanah 150 kV Ampenan-Switching Mataram, Gardu Induk Switching Mataram, Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV Mataram Incomer dan Gardu Induk Mataram yang berkapasitas 60 MVA.
“Total investasi yang dikeluarkan oleh PLN adalah sebesar 391 Milyar untuk merealisasikan keseluruhan proyek. Selain untuk persiapan event internasional, tentunya untuk menjaga kualitas pelayanan PLN kepada masyarakat”, ujar General Manager UIP Nusra, Josua Simanungkalit pada Selasa, 12/10/2021.
Dijelaskannya, proses pemberian tegangan dilakukan untuk mengoperasikan secara penuh beberapa sistem kelistrikan di Lombok.
GIS Lombok Peaker dengan kapasitas 60 MVA yang berlokasi di Tanjung Karang, menyalurkan energi listrik dari PLTMGU Lombok Peaker ke sistem Saluran Kabel Bawah Tanah (SKTT) sepanjang 11,2 kilometer sirkuit (kms) menuju ke Gardu Induk Switching Mataram yang berlokasi di Desa Jatisela, Kecamatan Gunungsari. Kemudian dari Gardu Induk Switching Mataram disalurkan lagi melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Mataram Incomer sepanjang 25,92 kilometer sirkuit (kms) dan berakhir di Gardu Induk Mataram yang berkapasitas 2×60 MVA yang berlokasi di Gerimax Mataram.
Josua menambahkan, PLN melakukan pembangunan jalur tol listrik Lombok sejak tahun 2008. Prosesnya dimulai dari perizinan, survei lokasi tapak tower, sampling uji tanah, penyusunan desain gambar hingga pembebasan lahan tapak tower di sepanjang jalur ring pulau Lombok.
Dengan kondisi geografis yang beraneka ragam, mulai tanah datar, perkebunan, pertanian, kawasan hutan, perbukitan, lembah, memberikan tantangan dalam pengerjaan pembangunan pondasi tapak tower, perakitan tower hingga pembebasan jalur kawat transmisi dan juga penarikan transmisinya sendiri.
“Proses penyelesaian pekerjaan ini menghadapi kendala yang tidak mudah, baik dari sisi teknis dan non teknis. Apalagi situasi pandemi semenjak tahun lalu, tim menghadapi kendala sosial yang tidak ringan manakala berhadapan langsung dengan masyarakat, tetapi dengan sinergi banyak pihak, maka seluruh tantangan tersebut dapat diselesaikan,” tuturnya.
Josua juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah membantu dalam pelaksanaan proyek tersebut.
“Saya ucapkan terimakasih pada semua stakeholder hingga seluruh tahapan proses pembangunan ini dapat kami selesaikan”, tutupnya.(ac)
























