Mataram, – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengutuk keras aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) sekitar pukul 10.00 Wita.
“Kami mengutuk peristiwa aksi bom bunuh diri itu,” ungkap Ketua 1 BKPRMI Provinsi NTB, Najamuddin Amy, Minggu Sore tadi di Mataram.
Menurut Bang Najam sapaan akrabnya, teror bim di tempat rumah ibadah merupakan perbuatan pengecut dan tercela, juga merupakan tindakan yang tidak dibenarkan oleh agama manapun di muka bumi ini.
“Kami mengecam dan mengutuk keras perbuatan keji bom bunuh diri di depan gereja katedral makassar. Tindakan ini sudah di luar batas kemanusiaan, yang sangat tidak terpuji,” kata Bang Najam.
Apalagi saat itu lanjut Bang Najam, umat kristiani tengah melaksanakan ibadah. Kata dia, sebagai umat beragama apa pun alasannya, tindakan itu tidak dibenarkan, dan sangat mengancam kerukunan umat beragama ditengah toleransi yang sudah terbina dengan baik selama ini.
Najamuddin Amy mengungkapkan, aksi yang dilakukan di depan gereja tersebut, dikhawatirkan dapat menimbulkan saling curiga dan melahirkan benih-benih permusuhan antar umat beragama.
“Untuk itu, siapa pun pelakunya dan motifnya harus diusut tuntas,” kata Najamuddin.
Untuk itu, BKPRMI NTB mendorong pihak kepolisian untuk bertindak cepat mengusut aksi teror Bom tersebut, dengan mencari dalang dan motif aksi tersebut. Namun demikian, ia juga meminta pihak kepolisian untuk bekerja secara professional dan tidak cepat menyimpulkan dilakukan oleh satu kelompok atau satu kelompok agama.
“Kami yakin pihak kepolisian akan mampu mengusut bom bunuh diri tersebut. BKPRMI meminta masyarakat untuk tidak mudah terpancing, dan tetap menjaga toleransi serta kerukunan umat beragama,” pinta Bang Najam.
Peristiwa bom bunuh diri itu terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan Minggu sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu umat Kristini sedang melaksanakan ibadah di gereja tersebut. Ledakan bom tersebut sangat mengejutkan dan melukai sejumlah warga.
Pelaku diduga dua orang yang berboncengan dan sempat memaksa masuk ke dalam gereja, tetapi sempat dicegat petugas keamanan, sehingga meledak di depan gerbang gereja Katedral Makassar. (tim)
512
























