Sumbawa Barat,- Dua orang pelajar SMP di Kabupaten Sumbawa Barat, menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh sekelompok pelajar lainnya.
Keduanya adalah Wafi Fahroza, asal Kelurahan Kuang dan Agung, asal Kelurahan Sampir Kecamatan Taliwang. Keduanya dikeroyok dan dibacok di jembatan Manala, pada Senin (22/3/2021) sore.
Wafi mengalami luka sobek pada lengan dan kepala, sementara Agung mengalami luka parah dibagian punggungnya.
Kapolres Sumbawa Barat Polda NTB AKBP Herman Suriyono SIK melalui Paur Humas Ipda Eddy Soebandi SSos, mengungkapkan, peristiwa itu berawal dari adanya perselisihan antara anak muda di Komplek Kemutar Telu Center karena aksi balap liar.
“Gara-gara balap liar. Terjadi ketersinggungan antara kedua kelompok pemuda tersebut,” ujar nya.
Kedua korban sempat berusaha melarikan diri. Para pelaku kemudian mengejar korban sampai di TKP (Jembatan Manala) dan melakukan penganiayan dengan menggunakan senjata tajam.
“Usai menganiaya korban, para pelaku kemudian melarikan diri. Sementara korban dibawa Puskesmas terdekat,” katanya.
Berdasarkan pengakuan korban, para pelaku Penganiayaan tersrbut berjumlah empat orang yang berasal dari Desa Tepas Kecamatan Brang Rea yang berinisial YT, YA, IZ, dan JK. Keempatnya juga masih duduk di bangku SMP.
“Setelah mendapat Informasi dan mengantongi identitasnya, para pelaku langsung diamankan,” terang Eddy.
Selain empat pelaku, polisi juga mengamankan beberapa pemuda yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
“Para pelaku diamankan di Mapolres Sumbawa Barat untuk diperiksa lebih lanjut. (my)
1,210
























