Bima, – Setelah sekian lama menunggu, 481 orang dari tenaga Guru, Penyuluh Pertanian dan Tenaga Medis di Kabupaten Bima, akhirnya resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Surat Keputusan pengangkatan ASN PPPK itu diserahkan langsung oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti, SE., di Aula Rapat Utama Kantor Bupati, Rabu (10/3/2021).
Turut hadir dalam momen penyerahan SK tersebut, Wakil Bupati Bima, Drs H Dahlan HM Noer, Asisten III Setda Bima, Drs H Arifudin HMY, serta Kepala BKD dan Diklat Kabupaten Bima Drs Agus salim, MSi.
“Kualitas menentukan masa depan masyarakat kita,” ujar Bupati, dalam sambutanya, dihadapan ratusan tenaga PPPK.
Menurut Bupati, lulus menjadi ASN PPPK merupakan amanah. Semua harus disyukuri agar rezeki tetao dilimpahkan. Bupati juga berpesan, agar mereka juga tidak melupakan orang tua dan orang-orang yang telah berjasa.
“Semoga kedepan akan ada penambahan, agar yang lainnya bisa merasakan rezeki terakomodir melalui tenaga PPPK,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengimbau, tenagan PPPK untuk menunjukkan kinerja yang bagus, agar bisa mendapatkan hasil yang diharapkan.
“Ini penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Bima, karena bapak dan ibu sudah sabar, memberikan kontribusi untuk Kabupaten Bima. Mari mengabadi dengan semangat demi masa depan Kabupaten Bima yang kita cintai,” pintanya.

Sementara itu, Kepala BKD dan Diklat, Drs Agus Salim MSi mengatakan, bahwa tenaga PPPK tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah dicapai. Dia juga mengajak pegawai PPPK untuk selalu meningkatkan semangat dan profesionalisme, selama masih dipercaya dan kontrak SK berlaku.
‘’SK diserahkan secara simbolis kepada masing-masing perwakilan. dari tenaga Pendidik, Penyuluh, dan Kesehatan,” ujarnya.
Penyerahan SK itu dilakukan dalam dua tahap. Untuk tahap pertama pertemuan dibatasi hanya 50 orang di Aula Rapat Utama Kantor Bupati. Selanjutnya penyerahan tahap kedua dilakukan di Aula Rapat Kantor BKD dan Diklat.
“Tetap bekerja sesuai amanah yang diberikan. Sebab SK ini bisa saja dicabut apabila tidak mampu dilaksanakan dengan baik,” tegas Agus Salim.
481 ASN PPPK tersebut terdiri dari 400 orang tenaga guru, 72 Penyuluh Pertanian dan 9 orang Tenaga Medis. Sebelumnya, mereka dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan ASN PPPK formasi honorer Kategori 2 pada tahun 2019 lalu. (Sr)
809























