Dompu, – PT. Sumbawa Timur Mining (STM) pemilik Kontrak Karya generasi ke-7 Proyek Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, bekerjasama dengan LKBN Antara menggelar Pelatihan Jurnalistik Digital Depth Reporting bagi wartawan Dompu, Selasa (7/11/2023).
Pelatihan jurnalis sehari yang di gelar di Laberka Restaurant tersebut diikuti oleh 13 orang wartawan.
Tiga orang pemateri dihadirkan pada kegiatan tersebut, diantaranya wartawan senior LKBN Antara yang juga Ketua Bidang Luar Negeri Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aat Surya Safaat, Wakil Ketua PWI NTB, H.M Syukur dan Ivan Mardiansyah, Wartawan Foto Lombok Post (Jawa Post Grup)

Principal Communication PT. STM, Cindy Elza mengatakan, pelatihan jurnalistik ini merupakan hasil studi media mapping yang beberapa bulan lalu dibantu oleh Konsultan PT.STM. Dari hasil media mapping tersebut, PT.STM menerima beberapa masukan dari wartawan yang diantaranya adalah kegiatan pelatihan Jurnalistik.
“Dari masukan tersebut, kami pun bekerjasama dengan LKBN Antara untuk menjadi tutor dalam pelatihan ini,” papar Cindi Elza dalam sambutannya.
Mewakili PT. STM Cindy menberikan apreasiasi kepeda para pemateri yang telah bersedia hadir untuk berbagi pengetahuan dan pengalamannya kepada wartawan di Dompu.
“Semoga kegiatan ini menjadi momentum untuk semakin mengakrabkan silaturahmi antara PT. STM dan wartawan Dompu. Mudah-mudahan pelatihan ini juga dapat menjadi penyegaran dan menambah ilmu pengetahuan jurnalis,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB, H. M Syukur menyampaikan apresiasi kepada PT.STM dan LKBN Antara yang telah meluangkan waktu dalam upaya meningkatkan ilmu jurnalis.
“Ilmu harus terus di upgrade, karena ilmu teknologi kita terus berkembang. Kalau masih mengandalkan ilmu lama, maka kita akan ketinggalan jaman. Artinya banyak hal baru yang perlu kita pahami bersama,” ungkap M Syukur.
Direktur Radar Mandalika yang juga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) NTB ini juga mengatankan, bahwa memahami etika jurnalistik itu sangat penting, jika tidak dipahami maka akan sangat berpeluang terjadinya pelanggaran dalam melakukan kegiatan jurnalistik.
Menurutnya menulis berita itu harus akurat. Karena yang menjadi masalah saat ini adalah akurasi berita.
“Karena faktor ingin cepat lalu mengabaikan akurasi. Lalu kemudian adalah menjaga objektivitas dan profesionalitas,” jelasnya.

Mengembangkan ketrampilan juga menjadi hal yang sangat penting dalam dunia jurnalistik. Salah satu cara mengembangkan keterampilan adalah dengan mengikuti kegiatan pelatihan untuk meningkatkan wawasan.
Selain itu, memahami lingkungan dan mempelajari kondisi sosial, politik serta ekonomi juga bagian terpenting dalam menjalankan tugas jurnaliatik. Jika wartawan memahami kondiisi lingkungan, maka dalam melaksanakan tugas jurnalis pun akan berjalan lancar.
“Lalu membangun jaringan, ini akan sangat efektif dalam menjalankan tugas jurnalistik,” katanya.
Lebih jauh dijelaskan, menghadapi tantangan dalam kerja jurnalis tidak mudah, untuk itu M. Syukur berharap kepada wartawan agar selalu siap dengan segala tantangan,
“Dunia media saat ini sedang tidak baik-baik saja, siapa yang bertahan itu adalah seleksi alam. Wartawan harus siap dengan kondisi yang ada. Kalau ingin kaya jangan jadi wartawan, jadilah penguasa atau paling tidak kerja di tambang,” pungkasnya.



Untuk diketahui, ada tiga materi yang disampaikan pada pelatihan Jurnalistik Digital Depht Reporting tersebut, dantaranya teknik wawancara dan reportasi, Teknik penulisan berita, teknik reportase (Peliputan berita) serta In-dapth News Writing oleh Aat Surya Safaat.
Sementara materi Praktek Kode Etik Jurnalis (KIJ) disampaikan oleh Wakil Ketua PWI NTB H. M Syukur. Sebelas pasal dan penafsirannya dibahas satu per satu. KEJ menjadi pedoman bagi wartawan dalam melakukan tugas jurnalistik secara profesional.
Materi ketiga adalah tentang fotografi jurnalistik dan teknik pengambilan foto bernilai berita. Teknik pengambilan gambar menggunakan camera Handphone (HP) juga dipaparkan. Gambar memiliki peran strategis dalam sebuah pemberitaan. Materi Fotografi Jurnlalistik disampaikan oleh Ivan Mardiansyah wartawan foto Lombok Post. (fa)
























