Bima, – Bangunan talud di So Lapisupa, Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima ambruk, Senin (3/1/2022).
Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 195 juta yang merupakan aspirasi Ketua Dewan Kabupaten Bima, M Putera Ferryandi SIP tersebut diduga dikerjakan asal-asalan. Terbukti, baru beberapa hari selesai dikerjakan sudah ambruk.
Ketua BPD Tambe, Buyung Nasution, S.Pd., membenarkan ambruknya bangunan talud tersebut. Ia menduga, bahwa pelaksana mengerjakan proyek itu asal-asalan dan tidak sesuai bestek.
“Masa kena air hujan saja sudah ambruk. Padahal proyek talud itu hadir untuk menahan banjir agar tak keluar ke pemukiman warga. Kalau kena air hujan saja sudah ambruk, bagaimana untuk menahan banjir, ” sesal Buyung, Selasa (4/1).
Dia mendesak pihak pelaksana proyek, CV Hidayah agar segera memperbaiki kembali proyek tersebut, sebelum pihaknya bertindak lebih jauh.
“Saya minta talud yang ambruk ini diperbaiki. Kalau tidak, saya akan menjadi garda terdepan melakukan aksi demo,” tegasnya.
Selaku pihak pemerintah di desa, Buyung sangat berterima kasih atas hadirnya aspirasi ini. Walaupun sebelumnya yang diminta oleh masyarakat Tambe adalah bronjonisasi sungai, namun yang mampu direalisasikan pembangunan talud.
“Kita sempat protes adanya proyek talud ini, karena yang diminta masyarakat bronjonisasi sungai,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang pemuda Tambe, Azwar Anas. Ia juga mendesak pelaksana proyek untuk segera memperbaiki talud yang ambruk ini. Mereka menilai pekerjaan tersebut asal-asalan dan tidak ada penggalian pondasinya.
“Segera diperbaiki, sebelum kami bertindak dengan cara kami sendiri. Sebab pekerjaan ini merugikan masyarakat karena tidak sesuai yang diharapkan. Bahkan merugikan negara, karena pekerjaan diduga hanya mencari keuntungan saja,” pungkasnya. (sr)
























