Dompu, – Satreskrim Polres Dompu akhirnya berhasil mengungkap motif Sumarsono (50) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon jambu mete, pada Jumat (6/8/2021) lalu.
Kasatreskrim Polres Dompu IPTU Ivan Roland Cristofel, STK., mengatakan, bahwa berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, penjual sembako itu nekat mengakhiri hidupnya diduga karena depresi.
“Korban ini depresi, karena sebelumnya ada masalah. Dia (Korban) mau dilaporkan oleh pihak keluarga,” ungkap Kasat Reskrim tanpa menjelaskan secara detail tentang persoalan keluarga yang dialami korban.
Selain itu lanjut Ivan Roland, korban dipastikan gantung diri berdasarkan beberapa ciri-ciri fisik yang ditemukan pada tubuhnya. Diantaranya, korban meninggal dengan posisi lidah yang menjulur, serta terdapat sperma dan tinja (kotoran) yang keluar.
Dan berdasarkan hasil visum luar yang telah dilakukan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dilihat dari jeratan talinya dan ciri-ciri fisik, korban ini murni gantung diri. Seperti, lidah yang menjulur, serta sperma dan tinja (kotoran) yang keluar,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Sumarsono (50) warga Dusun Makmur, Desa Lanci Jaya ini ditemukan tewas tergantung di lahan perkebunan jambu mete di Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Jumat (6/8/2021) sekitar pukul 10.30 Wita.
Korban ditemukan tergantung seutas tali rafia warna hijau yang diikatkan di pohon jambu mete. Jenazah penjual sembako tersebut pertama kali ditemukan oleh Refail (15) warga Desa Kampasi Meci.
Penemuan jasad Sumarsono bermula ketika saksi Rafail bersama orang tuanya memetik jabu mete di kebun miliknya. Saksi terkejut saat menemukan sesosok mayat tergantung di pohon jambu. Peristiwa itupun kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa dan Bhabinkamtibmas setempat.
Beberapa saat setelah ditemukan, jasad korban langsung dilakukan pemeriksaan oleh Tim inavis Polres beserta petugas medis Puskesmas Soriutu.
Sumarsono diketahui meninggalkan rumahnya sejak Rabu (4/8/2021) untuk berjualan sembako menggunakan sepeda motor. Sejak saat itu, korban tidak pernah kembali ke rumahnya, hingga akhirnya ditemukan tewas gantung diri pada, Jumat (6/8/2021) sekitar pukul 10.30 Wita
Korban diperkirakan meninggal 8 jam sebelum ditemukan. (pur)
1,480
























