Jakarta – Danrem 162/Wira Bakti (WB) Brigjen TNI, Ahmad Rizal Ramdhani menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta pada Kamis (4/3/2021) itu, Ahmad Rizal bicara soal keberhasilan penanganan bencana pasca gempa Lombok 2019 lalu.
Danrem Ahmad Rizal mengatakan, pengalaman penanganan bencana gempa di Lombok dapat dijadikan barometer keberhasilan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI-Polri dan seluruh instansi pemerintah LSM dan relawan serta komunitas organisasi masyarakat dalam mengatasi dan memulihkan kondisi pasca bencana.
“Pemulihan kondisi pasca bencana tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh satu atau dua Instansi saja, tetapi seluruh stakeholder dari pemerintah yang dibantu oleh LSM dan relawan harus bersinergi bukan saja rekontruksi dan rehabilitasi tetapi juga membantu masyarakat yang terdampak bencana melalui trauma healing, “ ungkap Ahmad Rizal seperti dalam keterangannya pada wartawan.
Brigjen Ahmad Rizal yang didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB Zainal Abidin lebih jauh mengungkapkan, penanggulangan pasca bencana di NTB, TNI membentuk satuan tugas dengan melibatkan satuan Zeni TNI bagi evakuasi maupun rekonstruksi dalam tiga gelombang Satgas.
“TNI dalam penanganan Bencana Alam di NTB selain menyelamatkan korban gempa, juga telah membangun sebanyak 226.303 unit Rumah Tahan Gempa diperuntukan bagi tempat tinggal masyarakat yang terdampak gempa dan membantu pemulihan perekonomian masyarakat, “ jelasnya.
Untuk diketahui, Rakornas PB 2021 hari digelar secara tatap muka bagi para narasumber dan melalui media daring bagi para peserta yang terdiri dari Kementerian, Lembaga, Kepala Daerah seluruh Indonesia, BPBD seluruh Indonesia, Akademisi, Komunitas, Dunia Usaha dan Relawan se Tanah Air.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo, pada hari Rabu (3/3/2021) kemarin, di Komplek Istana Kepresidanan yang diikuti secara virtual oleh seluruh Kepala Daerah, Pangdam dan Danrem serta pimpinan Lembaga negara terkait. (Rk)
628
























