Lombok Barat, – Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah, M.Pd., menghadiri pelapasan ekspor vanili organik ke Amerika Serikat pada, Kamis (1/6/2023).
Wakil Gubernur yang akrab disapa Umi Rohmi ini mengatakan, ekspor vanili tersebut adalah bukti bahwa petani masih tetap memiliki semangat juang untuk meningkatkan produksi usaha taninya untuk sekaligus meningkatkan nilai ekspor bagi kesejahteraan petani secara ekonomi.
Dijelaskannya, vanili telah menjadi komoditas yang spesial lantaran tak tumbuh di semua negara dan sangat berpotensi jika dikembangkan di Indonesia, khususnya di NTB. Terlebih tamanan vanili bukan tamanan musiman seperti komoditas lain di NTB.
“Terlebih lagi vanili Lombok telah mendapatkan sertifikat dengan kualitas internasional yang bisa diserap pasar dunia. Jadi ini sesuatu yang betul-betul membuat kita semangat untuk memperluas areal tanam dan untuk dilakukan pembinaan yang lebih terarah, produksi juga jadi makin tinggi ke depan. Ini sudah terbukti dari tahun ke tahun produksinya semakin meningkat,” ujar Wagub NTB pada Rapat Koordinasi Gratieks dan pelepasan ekspor vanili organic Lombok ke Amerika Serikat di Balai Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Kelas 1 Mataram, Lembar, Lombok Barat.
Tanaman vanili merupakan komoditas pertanian perkebunan yang cukup menguntungkan, Pemprov NTB kata Umi Rohmi, juga merencanakan untuk mempersiapkan SDM para petani ataupun pelaku usaha vanili ini melalui pelatihan yang akan melibatkan para siswa SMK Pertanian.
“Jadi butuh pembinaan dan pelatihan bagi petani kita untuk bisa tetap menjaga kualitas dan diharapkan petani-petani vanili sukses, seperti petani sekaligus penguasaha vanili dari Lombok Mohir bisa ditiru dan mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan,” tukasnya.
Menurit Umi Rohmi, kedepannya akan banyak memperhatikan peningkatan SDM bagi petani vanili, dengan harapan kualitas dan kuantitas produksi juga semakin meningkat serta cakupan areal tanamnya juga semakin diperluas.
“Semua itu bisa kita lakukan. Karena pola komunikasi kita dengan petani juga tidak terlalu formal. Semua elemen di tingkat provinsi juga bisa terlibat kalau kita kompak menuju semangat dan tujuan yang sama,” ujarnya.
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Mataram, drh. Arinaung, M.Si melaporkan, produksi vanili di NTB sejak tahun 2020 hingga saat ini terus meningkat, trutama untuk ekspor vanili kering dengan harga yang cukup bagus. Tahun ini yang merupakan tahun ketiga ekspor vanili. Diharapkan hingga Desember 2023 ini hasil produksi bisa meningkat dengan perkiraan antara 7-8 ton vanili kering.
Selain itu kata Arinaung, menjadi suatu kebanggan bagi petani vanili di NTB, selain upaya peningkatan produksi para petani juga konsen dengan pemenuhan pesyaratan permintaan ekspor dari negara tujuan.
“Saat ini petani konsen bagaimana menyiapkan produksi mulai dari kebun, pengolahan pasca panen, hingga pengemasan harus memenuhi standard. Ini suatu langkah berpikir petani yang bagus untuk mememenuhi persyaratan pasar yang dimulai dari tingkat petani,” kata Arinaung.
Sementara itu, eksportir CV Rempak Organik, Mohir mengungkapkan, vanili yang diekspor ke Amerika Serikat saat ini berasal dari Lombok Utara dan Lombok Timur dengan ketinggian lokasi tanaman antara 600-700 dpl.
“Pada bulan Agustus mendatang vanili Lombok siap diekspor antara 5-6 ton. Sedangkan untuk permintaan ekspor vanili asal NTB sebanyak 23 Ton dan bakal dikirim secara bertahap serta CV Rempak Organik punya sertifikat dunia Vanili Organik. Untuk nilai ekspor vanili asal NTB kali ini senilai Rp1,4 Miliar. (rls)
























