Dompu, – Pemerintah Kabupaten Dompu bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kaki (PMK), Selasa (6/9/2022).
Rakor yang digelar di ruang rapat Bupati tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Dompu, H. Kader Jaelani.
Bupati Dompu dalam sambutannya, mengapresiasi semangat atas upaya semua pihak dalam membantu peternak mencegah dan mengantisipasi PMK.
Informasinya, penyakit tersebut sudah masuk di Kabupaten Dompu. Namun untuk memastikannya, pemerintah saat ini masih melakukan uji laboratorium.
“Saya minta kepada satgas PMK bekerja maksimal mengedukasi para peternak agar tidak panik. Pemberian vaksinasi secara bertahap terus dilakukan dan hewan ternak yang terkontaminasi segera dilakukan isolasi,” ujar Bupati.
Bupati juga mengajak semua pihak untuk bekerja sesuai tupoksi dalam menangani dan mencegah wabah PMK di Dompu.
“Mari bekerja sesuai Tupoksi masing-masing menangani, mencegah wabah ini. Kita semua yang hadir sini tentunya ingin program yang menjadi priotas Pemerintah Daerah pengembangbiakan sapi terus berlanjut dan tidak berkurang populasinya karena wabah PMK ini,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ir. Zainal Arifin, M.Si., menjelaskan, populasi ternak di Kabupaten per 5 September 2022 berjumlah 294.877 ekor. Diantaranya, Sapi sebanyak 154.521 ekor, kerbau sebanyak 29.331 ekor, kambing sebanyak 104.255 ekor, Domba sebanyak 518 ekor dan Babi sebanyak 6.252 ekor.
“Total vaksinasi yang telah dilakukan sejumlah 13.437 dosis atau 4,56%,” terang Zainal Arifin.
Sementara jumlah hewan ternak yang sakit, yakni sebanyak 144 ekor, sembuh 76 ekor dan sisa kasus masih 67.
Rakor tersebut juga menghasilkan beberapa rekomendasi dalam penanganan PMK. Diantaranya, perbanyak spanduk dan pamplet bahaya dan pencegahan dini PMK, perketat pintu masuk mobilitas hewan ternak baik yang berbatasan dengan Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima, Vaksinasi dilakukan secara cepat dan tepat agar bisa kembali mendapatkan stok vaksin yang baru
Selain itu, Fokus penanganan PMK yakni Sapi dan Kerbau yang sudah terkontaminasi agar secepatnya dibuat tempat isolasi khusus. Pendataan dan pemberian edukasi pada pengusaha hewan ternak mengenai langkah-langkah pengenalan hewan ternak yang terkontaminasi penyakit PMK. Komunikasi intens harus dilakukan antar Satgas PMK dan segera dilakukan rakor atau rapat terbatas bila diperlukan. (*)
























