Bima,- Sejumlah warga di Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, terlibat bentrok dengan aparat kepolisian, Sabtu (4/12/2021) sore.
Akibatnya, seorang warga diduga terkena peluru nyasar di bagian lehernya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bentrokan tersebut bermula ketika warga bsaling berebut pupuk bersubsudi yang disalurkan oleh distributor CV Rahmawati. Sebelunya, penyaluran pupuk itu dilakukan kerena adanya aksi blokade jalan oleh warga terkait persoalan pupuk. Sehingga distributor menyalurkan sebanyak 7 ton.
Saat warga saling berebut pupuk, aparat yang kepolisian yang mengawal penyaluran itu langsung melepas tembakan peringatan. Warga yang panik mendengar tembakan kemudian menghujani aparat kepolisian dengan batu.
Polisi kembali melepas tembakan gas air mata dan tembakan menggunakan peluru karet.
Namun, salah seorang warga setempat bernama Wahyu (21) diduga terkena peluru karet di bagian leher. Saat itu pun korban langsung dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil patroli polisi.
Hingga pukul 18.03 Wita, warga masih memblokade jalan raya lintas Bima-Dompu. Mereka menebang sejumlah pohon di pinggir jalan untuk menghadang jalan.
Sementara pihak kepolisian terlihat memilih mundur dan bersiaga di perbatasan Kecamatan Bolo-Madapangga. (sr)
























