Oleh ; Putri Diah Lestari
Mahasiswi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri Mataram
Dalam artikel ini penulis mencatat tentang apa saja pengaruh atau dampak dari penggunaan gadged (handphone) yang berlebihan atau terlalu sering diberikan kepada anak di masa pandemi seperti saat ini. Penggunaan gadget jelas memberi pengaruh besar terhadap perkembangan anak usia dini, baik itu secara fisik maupun mental.
Anak yang kebiasaan menggunakan gadget, secara kognitif anak tersebut akan dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan berpikirnya melalui permainan atau fitur-fitur yang terdapat dalam gadgetnya. Begitu juga dengan aspek perkembangan bahasanya, mereka akan dapat menambah pengenalan terhadap kosa kata baru dalam gadget.
Gadget pada zaman modern seperti sekarang ini hampir sudah dimiliki oleh semua kalangan, mulai anak-anak hingga dewasa. Gadget merupakan sebuah istilah dalam bahasa inggris yang mempunyai arti sebuah alat elektronik yang dapat memudahkan dengan berbagai macam fungsi. Gadget juga dapat dikatakan sebagai suatu alat elektronik yang dapat digunakan untuk mempermudah kehidupan manusia terutama dalam hal berkomunikasi. Gadget memiliki jenis-jenis seperti ; komputer atau leptop, tablet, dan juga telepon selular atau yang biasa disebut smartphone.
Orang dewasa biasanya menggunakan gedged minimal 1 – 4 jam dalam sekali penggunaan, bahkan hingga berkali-kali dalam sehari. Sedangkan pada anak usia dini, mereka memiliki batas waktu tertentu untuk memakai gedged minimal 15-20 menit dalam sehari, berbeda dengan orang dewasa. Penggunaan gedged pada anak usia dini dapat menimbulkan dampak negatif, minsalnya seperti kecanduan game dalam gedged, dapat merusak syaraf otak pada anak. Sehingga anak menjadi depresi, autisme, gangguan kecemasan, kelainan biporal, prilaku bermsalah, minus, tidak lancar berkomunikasi atau bicara serta menghambat kemampuan mengekspresikan pikirannya. Hal tersebut akan cepat dirasakan karena penggunaan yang terus menerus tanpa henti dan tidak ada larangan dari orang tua. Sehingga orang tua perlu membatasi pemakaian gedged pada anak usia dini agar tidak menimbulkan kecanduan yang sulit disembuhkan.
Penggunaan gadget pada anak usia dini biasanya dipakai untuk bermain game dari total keseluruhan pemakaian. Sedangkan yang cukup banyak juga dikalangan anak usia dini adalah pemakaian gadget untuk menonton animasi atau serial kartun anak –anak. Sedangkan hanya sedikit sekali yang menggunakannya untuk berkomunikasi dengan orang tua mereka atau untuk meilhat video pembelajaran Penelitian lain yang dilakukan oleh Delima, Arianti dan Pramudyawardani (2015), diperoleh hampir semua orang tua (94%) menyatakan bahwa anak mereka biasa menggunakan perangkat teknologi untuk bermain game. Sebagian besar anak (63%)menghabiskan waktu maksimum 30 menit untuk sekali bermain game. Sementara 15% responden menyatakan bahwa anak bermain game selama 30 sampai 60 menit dan sisanya dapat berinteraksi dengan sebuah game lebih dari satu jam.
639























