Bima, – Update terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bima, 07 April 2021, Siklon Tropis Seroja terpantau dengan tekanan 995 hPa saat ini berada di Samudera Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak ke arah Barat Daya dengan kecepatan 6 knots (10 km/jam). Intensitas Siklon Tropis Seroja diprakirakan menguat dalam 24 jam kedepan, namun arah geraknya menjauhi wilayah Indonesia.
“Hal ini dapat menyebabkan dampak secara tidak langsung untuk Wilayah NTB, khususnya Bima dan Dompu,” ungkap Kepala BMKG Stasiun Muhammad Salahuddin Bima, Satria Topan Primadi.
Adapun dampak dari Siklon Tropis Seroja yaitu menyebabkan terbentuknya pola gangguan cuaca seperti daerah belokan angin (Shearline) yang menyebabkan terkumpulnya massa udara basah sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan disekitar wilayah Bima-Dompu serta peningkatan kecepatan angin yang menyebabkan potensi gelombang tinggi lebih dari 2 meter untuk perairan Selatan Bima-Dompu dan Samudera Hindia selatan NTB.
Dijelaskannya, akibat dari peningkatan curah hujan dan gelombang tinggi yang signifikan tersebut, dapat mempengaruhi dinamika pesisir pantai dimana dapat berpotensi terjadi banjir ROB, Bukan Gelombang Tsunami Seperti Yang Sedang Simpang Siur Dan Meresahkan Masyarakat Saat Ini. Banjir ROB sendiri merupakan suatu fenomena dimana naiknya permukaan laut atau air laut ke daratan, karena naiknya permukaan air laut ke daratan inilah yang kemudian menyebabkan daerah di sekitarnya tergenang atau mengalami banjir.
Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG mengimbau kepada pihak pelabuhan Sape, pelabuhan Bima, pelabuhan Sumbawa serta masyarakat dan seluruh Nelayan yang beraktivitas di perairan selatan untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi serta dampak dari gelombang tinggi dan bencana Hidrometeorologi, serta peka terhadap informasi cuaca yang didiseminasikan oleh BMKG. (sr)
1,155
























