Lombok Timur, – Nasib tragis dialami seorang pelajar inisial R asal Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Gadis 16 tahun ini diduga diperkosa bergantian oleh enam pemuda di sebuah gazebo (gubuk) yang berada di tengah sawah.
Kejadian yang memilukan itu terjadi pada tanggal 04 Maret 2021 sekitar pukul 23.50 Wita. Ironisnya, salah satu dari terduga pelaku merupakan pacar yang baru ia kenal di Media Sosial (Facebook).
Kasubag Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Jaharudin membenarkan adanya laporan pemerkosaan yang diterima oleh Unit PPA Polres.
Dijelaskannya, peristiwa itu berawal ketika korban diajak jalan-jalan oleh pacarnya (terduga pelaku) berinisial S (18). Korban sempat menolak ajakan tersebut, namun setelah diiming-imingi untuk dinikahi, korban pun nurut dengan ajakan pacarnya.
“Awalnya korban dihubungi oleh S dan mengajaknya keluar, sekitar pukul 22.00 Wita. Meski sempat menolak karena takut sama keluarganya, korban pun nurut setelah dijanjikan akan dinikahi,” ujar Lalu Jaharudin.
Tanpa sepengetahuan keluarganya, korban kemudian jalan-jalan menggunakan sepeda motor bersama pacarnya tersebut. Tepat di depan salah satu Polindes di Kecamatan Sakra, dua orang teman S yang juga menggunakan sepeda motor mengikuti mereka dari belakang.
S bersama dua rekannya kemudian membawa korban ke sebuah gubuk yang berada di tengah sawah. Ternyata di gubuk itu, dua orang rekan S yang lain sudah lebih dulu menunggu.
“Sekitar pukul 22.30 Wita, korban diajak ke sebuah gazebo, dan bertemu lagi dengan 2 orang teman S yang tidak dikenali,” paparnya.
Setelah berada di gubuk, korban justeru ditinggal oleh pacarnya. Salah seorang pelaku yang ada di dalam gubuk itu kemudian mamaksa serta mengancam korban, dan berhasil menyetubuhinya.
“Selanjutnya, korban dipaksa dan disetubuhi lagi oleh S. Saat korban minta pulang, satu pelaku lainnya melarang korban pergi sebelum melayaninya. Kemudian disusul oleh tiga pelaku lainnya yang tidak korban kenali secara bergilir,” terang Kasubag Humas.
Setelah melancarkan aksinya, sekitar pukul 03.00 Wita, korban kemudian diantar pulang oleh pelaku S.
“Kejadian itu kemudian diceritakan kepada keluarganya. Kita sudah mengamankan barang bukti, korban juga sudah dilakukan visum dan saksi-saksi sudah dimintai keterangan,” jelas Lalu Jaharudin.
Hingga saat ini korban belum memberikan keterangan secara detail tetang tempat kejadian serta alamat semua pelaku, karena Kondisi korban yang masih Labil. Sementara para terduga pelaku masih dalam pengejaran petugas. (tim)
2,597





















