Dompu – Ekowisata Hius Paus (Whale Shark) di Teluk Saleh, selama ini cuma mengandalkan akses yang berada di Labuhan Jambu, Kabupaten Sumbawa. Setiap wisatawan yang ingin merasakan berenang bersama ikan raksana yang berukuran 12-18 meter ini, harus mengantri pada satu titik pintu masuk.
Kini, sudah ada jalur alternatif lain yang bisa digunakan untuk melihat dan merasakan sensasi mandi laut bersama Hius Paus. Lokasinya berada di Dermaga Torowuwu, Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pemerintah Kabupaten Dompu bahkan telah menyediakan pintu masuk khusus serta kapal penyebrangan bagi wisatawan yang ingin melihat dan berenang bersama Hiu Paus, jaraknya tempuh dari dermaga ke titik muncul hius paus cuma satu jam saja.
Pemerintah Desa Soro bersama dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang dibantu oleh Yayasan Konservasi Indonesia, telah melakukan uji coba rute dari pelabuhan ke titik hius paus bersama dengan Wakil Bupati Dompu dan Ketua DPRD serta rombongan pada Minggu (18/10/2026).
Pintu masuk di wilayah Dompu ini rencananya akan dikelola oleh Pokdarwis Torowuwu Desa Soro. Mereka telah siap dengan segala sarana dan prasarananya
Menurut Kepala Desa Soro, Patowati pintu masuk Labuhan Jambu telah memberikan banyak dampak bagi masyarakat penyedia jasa. Bahkan, disana surplus ekonominya mencapai Rp 1,5 miliar per tahun.
Melihat kemajuan itu, Pemdes bersama dengan Pokdarwis ingin melakukan hal yang sama setelah mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah.
“Kegiatan uji coba ini dilakukan sebelum dibuka untuk umum,” ungkapnya.
Ketua DPRD Dompu, Muttakun membagikan pengalaman mencoba perjalan menuju hius paus. Mereka berangkat dari Dermaga Torowuwu sekitar jam 4 subuh menggunakan kapal.
“Alhamdulillah, Dompu secara resmi menjadi pintu utama setelah Desa Labuhan Jambu Sumbawa untuk masuk menuju ekowisata hiu paus,” kata Ketua DRPD Dompu, Muttakun melalui pesan WhatsApp-nya.
Dikatakan Muttakun, semua pihak harus berkolaborasi untuk mengembangkan Ekowisata Hiu Paus melalui pintu masuk wilayah Dompu ini. “Kalau kita mau mengembangkan Ekowisata Hius Paus ini memang harus berkolaborasi oleh semua pihak,” tuturnya. (*)
























