Dompu, – Jagung merupakan salah satu Komoditi unggulan di Kabupaten Dompu. Pengembangan budidaya tanaman jagung di Bumi Nggahi Rawi Pahu saat ini tercatat mencapai 55.543 Hektar (Periode Oktober 2023 – Maret 2024).
Di era kepemimpinan Drs. H Bambang M. Yasih (2010 – 2020), Kabupaten Dompu menjadi pelopor gerakan pengembangan Budidaya Jagung di Nusa Tenggara Barat (NTB), bahkan menjadi gerakan nasional.
Perjuangan H. Bambang M. Yasin kemudian dilanjutkan oleh Bupati Dompu periode (2021 – 2024) H. Kader Jaelani. Pasca dilantik bersama H. Syahrul Parsan (Wakil Bupati) pada 27 Februari 2021, hal pertama yang dilakukan oleh Bupati yang akrab disapa AKJ ini adalah memperjuangkan kenaikan harga jagung, dengan berkoordinasi langsung ke Badan Pangan Nasional RI (Bapanas) agar harga jagung petani bisa diserap dengan harga Rp. 4000,-/Kg., sebagaimana janji politiknya.
Perjuangan H. Kader Jaelani pun tidak sia-sia, pada masa panen tahun 2021 jagung petani di Dompu diserap hingga dengan harga Rp 4.200,-/Kg. Harga yang menguntungkan petani itu tidak hanya terjadi di masa panen tahun 2021, tapi terus terjadi pada masa panen berikutnya.
Bupati Dompu saat ditemui wartawan belum lama ini, menceritakan pengalamannya ketika sejumlah pimpinan perusahaan jagung yang didampingi pimpinan Bank yang menawarkan hadiah buat Bupati yang baru dilantik.
“Saya hanya memberi mereka penegasan bahwa, apabila petani saya bisa tersenyum maka itu adalah hadiah yang akan membuat saya sangat bahagia. Saya hanya minta satu kepada mereka, naikkan harga jagung,” ceritanya.
Kendati pembelian jagung sudah sesuai dengan janji politik Bupati dan Wakil Bupati Dompu (AKJ – SYAH), namun perjuangan akan terus dilakukan. Berbagai langkah dilakukan Pemerintahan AKJ – SYAH agar harga jagung bisa terus melejit.
“Kami masih getol melakukan komunikasi dengan Bapanas. Mungkin orang-orang Bapanas bosan hadapi kami, karena selain via telepon kami sendiri datang ke Gedung Bapanas di Jakarta. Hingga pada bulan Oktober 2022, harga acuan penjualan (HAP) jagung yakni, Kadar air (KA) 15 persen dibeli dengan Rp. 4.200 per Kg,” paparnya.
Bahkan, dimusim panen selanjutnya (MK) di Kabupaten Dompu, harga jagung terus melejit, bahkan pernah tembus di atas Rp 7.600/kilo gram (Kg).
Terkait dengan anjloknya harga jagung yang menimbulkan gejolak di tingkat petani pada musim panen tahun 2024, Bupati menyebut itu merupakan dampak dari kebijakan import jagung oleh Pemerintah Pusat.
“Kondisi ini, akibat import jagung yang dilakukan oleh pemerintah pusat,” terangnya.
Pemerintahan AKJ-SYAH yang memiliki komitmen memperjuangkan kenaikan harga jagung petani ini tidak tinggal diam, berbagai terobosan dilakukan agar Pemerintah Pusat dapat menetapkan HAP jagung yang lebih tinggi.
Dan perjuangan itu pun terwujud, pada tanggal 25 April 2024, Pemerintah pusat melalui Bapanas kemudian menerbitkan HAP jagung yang baru dengan harga Rp 5000,-/Kg. HAP jagung ini ditetapkan sebagaimana Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, Nomor 136/TS.02.02/K/4/2024 tentang fleksibilitas HAP di tingkat produsen dan harga acuan penjualan di tingkat konsumen komoditas jagung.
Namun Bulog selaku penyerap jagung yang ditugasi Bapanas memiliki keterbatasan dalam menyerap jagung petani. Begitu juga dengan pengusaha produsen pakan yang menyerap jagung petani, juga memiliki keterbatasan gudang dan drayer jagung, sehingga tidak maksimal dalam penerapannya.
“Yang pasti kami akan terus berusaha agar masyarakat Dompu bisa mendapatkan harga yang baik atas hasil pertaniannya. Saya atas nama pribadi dan pemerintah akan tetap menjaga diri untuk tidak mengambil bagian dari tetes keringat petani kita. Kami tidak pernah berfikir untuk mendapatkan fee dari harga jagung saudara dan keluarga kita pętani jagung,” ujar H. Kader Jaelani. (cy)
























