Lombok Barat, – Bupati Lombok Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat meninjau langsung pelaksanaan pengamanan Operasi Ketupat Rinjani 2021, Senin (10/5/2021).
Pos Pengamanan (Pos Pam) yang dikunjungi di antaranya Pos Pam Narmada, Pos Pam Giri Menang Square (GMS) dan Pos Pam Senggigi.
Bupati Lombok Barat H.Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si., bahwa secara umum pelaksanaan Pengamanan oleh unsur TNI-Polri, Perhubungan, Pol-PP serta tenaga Kesehatan sudah berjalan dengan baik.
“Setiap Pos Pam ada Posko Kesehatannya juga. Bahkan pemadam kebakaran juga disiapkan,” ungkap Bupati.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan terkait pelaksanaan Shalat Idhul Fitri. Ditegaskannya, bahwa shalat id hanya bisa dilaksanakan di Masjid di Masing-masing lingkungan.
“Jangan melakukan shalat Id seperti dilapangan atau Masjid di desa tetangga. Meski di masjid sekitar lingkungan tapi harus tetap taat dengan Prokes Covid-19,” katanya.
Untuk takbiran keliling sendiri tidak diperbolehkan. Hal itu berdasarkan intruksidan keputusan Forkopimda.
“Takbiran keliling baik ditingkat Dusun, maupun diatasnya, tidak boleh ada. Untuk di Masjid diperbolehkan, tapi dengan catatan tetap taat Prokes,” tegasnya.
Bupati mengungkapkan, bahwa untuk sementara tempat wisata di Lombok Barat akan ditutup sementara, yakni sampai dengan tanggal 17 Mei 2021.
“Kita ingin melakukan tindakan secara preventif, tidak ingin ada penyebaran Covid-19,” pungkasnya.
Fauzan mengingatkan bahwa, walaupun perkembangan covid-19 di Lombok Barat cenderung landai, bahkan mengalami penurunan, tetapi tidak boleh lalai akan hal itu.
“Dari informasi yang kita dapat, di Beberapa Daerah sudah ada varian baru covid-19, menurut para ahli, varian baru ini bisa saja sudah ada masuk di Pulau Lombok,” katanya.
Untuk itu, Bupati meminta kepada Masyarakat, untuk memahami akan hal tersebut sebagai bentuk tindakan preventif mencegah penyebaran covid-19 sejak dini.
“Langkah yang dilakukan yaitu dengan menutup tempat wisata untuk sementara. Karena tempat wisata ini sangat berpotensi terjadinya kerumunan, terutama setelah Ramadhan,” tandasnya
Sementara itu, Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, SIK., mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyekatan pada tempat-tempat wisata, untuk memastikan tidak ada kerumunan.
“Untuk kesiapan kita, khusus di Wilayah Senggigi telah menyiapkan dua area penyekatan, untuk memastikan bahwa di Tempat-tempat wisata tidak ada kerumunan,” katanya.
Menurutnya, aktifitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa, namun tetap dengan menerapkan protokol Kesehatan yang ketat.
Kata Bagus, untuk pelaksanaan malam takbiran dan Sholat Id, sebagaimana Surat Edaran Bupati, itu tetap merujuk kebijakan Pemerintah pusat.
“Bila Desa tersebut masuk di Dalam Zona Hijau, diijinkan untuk melaksanakan Shalat Id, namun dengan menerapkan Prokes,” pungkasnya.
Hal senada juga disampikan oleh Dandim 1606WB/Lobar Kolonel Arm Gunawan S.Sos M.T., bahwa fokus pada kegiatan pada hari H Idhul Fitri adalah pelaksanaan Shalat Id.
“Sudah diatur sedemikian rupa, untuk membatasi kerumunan, sehingga untuk tidak melaksanakan Shalat Id bersama-sama atau terpusat,” ungkapnya.
Dandim juga menghimbau masyarakat untuk menghindari kerumunan di Tempat-tempat wisata.
“Jadi memang kondisinya seperti itu, sehingga diharapkan pengertian masyarakat, untuk bersabar dimasa pandemi Covid-19 ini, dan kerumunan tentunya berpeluang terjadinya penyebaran Corona,” pungkasnya. (pr)
944
























