Bima, – Banjir bandang menerjang Kabupaten Bima, pada Jumat (2/4/2021) sore. Akibatnya ratusan hektare lahan pertanian, pemukiman warga dan sejumlah fasilitas umum yang berada di empat Kecamatan terdampak terjangan air bah tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Bima, banjir bandang terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang dan tinggi mengguyur Kabupaten Bima selama 9 jam. Terjangan banjir bandang itu terjadi sekitar pukul 15:00 Wita. Hingga pukul 22.45 Wita, banjir masih menggenangi lahan persawahan, pemukiman warga dan fasilitas umum lainnya.
Empat Kecamatan yang terdampak banjir bandang tersebut diantaranya adalah :
I. Kecamatan Madapangga
1. Desa Campa 253 KK, 771 Jiwa
2. Desa woro 302 KK, 906 Jiwa
3. Desa Tonda 451 KK, 1353 jiwa
4. Desa Dena 296 KK, 981 jiwa
5. Desa ncandi 112 KK, 318 Jiwa
6. Desa Rade 258 KK, 1032 Jiwa
II. Kecamatan Bolo
1. Desa Tambe 285 KK, 895 Jiwa
2. Desa Rasabou 193 KK, 587 jiwa
3. Desa Leu 176 KK 536,Jiwa
4. Desa Bontokape 97 KK, 301 Jiwa
5. Desa Nggembe 221 KK, 613 jiwa
6. Desa Kananga 305 KK, 927 Jiwa
7. Desa Rato 248 KK, 753 Jiwa
8. Desa Timu 237 KK, 691 Jiwa
III. Kecamatan Woha
1. Desa Naru 1005 KK, 3015 Jiwa
2. Desa Nisa 605 KK, 2000 Jiwa
3. Desa Rabakodo 334 KK, 1000 Jiwa
4. Desa Tenga 167 KK, 500 Jiwa
5. Desa Tente 154 KK, 500 Jiwa
6. Desa Waduwani 67 KK, 200 Jiwa
7. Desa talabiu 504 KK, 1500 Jiwa
8. Desa pena Pali 235 KK, 705 Jiwa
9. Desa Donggo Bolo 102 KK, 305 Jiwa
IV. Kecamatan Monta
1. Desa Baralau 135 KK, 397 Jiwa
2. Desa Simpasai 152 KK, 471 jiwa
3. Desa Sie 173 KK, 518 Jiwa
4. Desa Sakuru 134 KK, 410 Jiwa
5. Desa Pela 87 KK, 253 Jiwa
6. Desa Tangga 207 KK, 609 Jiwa
7. Desa Monta 103 KK, 315 Jiwa

Sementara itu, di Kecamatan Parado
Terjadi tanah longsor di Parado Wane so handa pada ruas jalan Kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Woha, Monta dan Parado
Di Kecamatan Palibelo, Limpasan banjir pada area pertanian dan tumbangnya tiang listrik pada beberapa titik jalan negara yg mengakibatkan putusnya jaringan ke berapa kecamatan
Selain itu, cuaca ekstrim yang terjadi di wilayah Bima, pada Jumat (2/4) juga menyebabkan gelombang tinggi yang mengakibatkan abrasi di Desa Sangiang.

“Ada satu korban jiwa di Kecamatan Monta pada kejadian banjir ini. Selain itu terputusnya jalan negara lintas Sumbawa – Bima di Kecamatan Bolo akibat kerusakan jembatan,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Bima, Aris Munandar ST, MT.
Aris Munandar mengungkapkan, atas kejadian itu pihaknya telah melakukan efakuasi, assessment dan berkoordinasi dengan pihak Desa dan Kecamatan yang terdampak, TNI, Polri, SAR, Relawan serta berbagai unsur. BPBD sendiri juga trlah menyiapkan bantuan logistik untuk diberikan kepada warga terdampak banjir.

Selain itu,BPBD Kabupaten Bima juga telah bekoordinasi dengan BPBD Kota Bima dan BPBD Provinsi NTB untuk pemberian bantuan, baik evakuasi maupun logistik lanjutan kepada warga terdampak.
Kata dia, BPBD Provinsi NTB telah menyiapkan logpal, diantaranya, Selimut, Terpal, Paket sandang, Paket lauk pauk, Paket makanan siap saji, Paket tambahan gizi, Paket perlengkapan bayi, Paket perlengkapan keluarga, Mie instan serta Air mineral.
“Kita juga berkoordinasi dengan BMKG. Memantau perkembangan kejadian bencana dengan menerjunkan personel untuk melakukan penanganan dan assesment,” katanya.
Aris Munandar menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kejadian bencana yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Lebih-lebih memasuki penghujung musim hujan disertai dengan periode fenomena La Nina yang masih terjadi. (tim)
540
























